Membuat dan mengelola berkas swap pada Ubuntu melibatkan beberapa langkah untuk memastikan fungsionalitas dan persistensi yang tepat saat terjadi booting ulang. Tulisan ini dibuat menggunakan Ubuntu 22.04
1. Periksa Ruang Swap yang Ada:
Sebelum membuat berkas swap baru, verifikasi apakah ruang swap sudah aktif di sistem Anda menggunakan:
sudo swapon --show
atau
free -h
2. Buat File Swap:
Pilih ukuran yang diinginkan untuk berkas swap Anda (misalnya, 4GB). Perintah fallocate umumnya lebih disukai untuk membuat file besar secara efisien:
sudo fallocate -l 4G /swapfile
Jika fallocate tidak tersedia atau mengalami masalah, Anda dapat menggunakan dd:
sudo dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1M count=4096
(Ini menciptakan berkas berukuran 4GB, karena 1M * 4096 = 4GB).
3. Amankan Izin File Swap:
Batasi akses ke file swap hanya untuk pengguna root demi keamanan:
sudo chmod 600 /swapfile
4. Tandai File sebagai Ruang Swap:
Format file yang baru dibuat sebagai ruang swap:
sudo mkswap /swapfile
5. Aktifkan File Swap:
Aktifkan file swap untuk penggunaan segera:
sudo swapon /swapfile
6. Jadikan File Swap Persisten:
Untuk memastikan berkas swap diaktifkan secara otomatis setelah reboot, tambahkan entri ke berkas /etc/fstab :
echo '/swapfile none swap sw 0 0' | sudo tee -a /etc/fstab
7. Verifikasi Swap:
Konfirmasikan bahwa file swap aktif dan dikenali oleh sistem:
sudo swapon --show
atau
free -h
Opsional: Sesuaikan Swappiness:
Parameter swappiness mengontrol seberapa agresif sistem menggunakan ruang swap. Nilai yang lebih rendah (misalnya, 10) mengurangi penggunaan swap, sedangkan nilai yang lebih tinggi (misalnya, 60) meningkatkannya. Anda dapat mengaturnya sementara dengan:
sudo sysctl vm.swappiness=10
Untuk membuat perubahan ini persisten, tambahkan vm.swappiness=10 ke /etc/sysctl.conf.
